Passion Berteknologi di Lingkungan Peradilan Agama Menaik Terus

Belakangan ini, saya mengamati passion atau gairah kawan-kawan dari lingkungan peradilan agama dalam memanfaatkan dan mengembangkan Teknologi Informasi (TI), untuk kepentingan ketrampilan diri dan pembudayaan kerja, meningkat terus. Ini patut disyukuri, didukung, difasilitasi dan dijaga agar selalu “on the right track”, tidak mengarah kepada hal-hal yang negatif dan kurang terpuji.
Coba kita lihat, dimana-mana pemanfaatan TI terus digalakkan. Ungkapan-ungkapan yang mengekspresikan semangat, ajakan dan kebanggaan juga secara spontanitas digaungkan. Pada komentar-komentar di Badilag.net sering kita jumpai kalimat-kalimat seperti ‘TI adalah suatu kebutuhan’, ‘Gini hari masih gaptek, apa kata dunia!’, ‘Jadikan Badilag.net sebagai sarapan pagi tiap hari!‘, ‘Kini, aku telah menikmati dan kecanduan TI’, ‘Ayo, Badilagku maju terus!’, ‘Badilagku Badilagmu’ dan lain-lain.
Tidak hanya itu, komunitas-komunitas pencinta dan pengembang TIpun bermunculan, meramaikan jejaring sosial dunia maya atau jejaring kewilayahan. Kita lihat di facebook, misalnya, ada Komunitas Pembaca Badilag.net, Redaktur Badilag, Laskar SIADPA, Laskar MEKKADILAGA DKI Jakarta, Coffee Break Timda SIADPA Plus Jambi, Laskar SIADPA Plus Rumah Gadang PTA Padang, Laskar SIADPA Plus Rencong Aceh, Kongkow SIADPA Plus Wilayah PTA Bandar Lampung, Timda SIADPA Plus Kalbar, dan lain-lainnya. Masya Alloh, sungguh membanggakan dan menggembirakan.
Tadi malam, 27 Maret 2012, saya membuka pertemuan para pencinta dan pengembang TI, khusus yang berkaitan dengan Administrasi Perkara Peradilan Agama. Pertemuan yang berlangsung di Bandung untuk 4 hari ini, difasilitasi oleh Direktorat Pembinaan Administrasi Ditjen Badilag, diikuti oleh 42 orang peserta dari seluruh wilayah MS Aceh dan PTA se Indonesia.
|