PAHLAWAN MASA LALU, MASA KINI DAN PAHLAWAN MILENIAL

Parepare, 12 Nopember 2018

Masih dalam rentang peringatan hari pahlawan, bertempat di halaman depan Pengadilan Agama Parepare dilaksanakan upacara untuk tetap mengingat jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Tepatnya senin pagi, di tengah senyawa kerinduan bersua dengan keluarga harus berakhir dengan sebuah memoir manis para pejuang harus diperkuat kembali and navigate to these guys.

Kesejukan dan hamparan sinar mentari pagi mengiringi derap langkah teratur para pegawai memasuki lapangan upacara. Tampak kombinasi keseragaman antar pegawai, dimana hakim memakai baju pakaian sipil lengkap, pegawai menggunakan seragam korpri dan honorer memadukan seragam Mahkamah Agung.

Beberapa pesan pahlawan juga dibacakan pada pelaksanaan upacara kali ini. Di antaranya pesan yang digaungkan oleh Soekarno bahwasanya “bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”. Soekarno pun pernah mengamanatkan bahwa perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. Penggalan pesan lainnya disampaikan oleh Moh. Hatta yakni “pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”.

Menteri Sosial dalam amanatnya sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Parepare mendefinisikan arti kepahlawanan bahwa “Kepahlawanan hari ini tentu berbeda dengan masa lalu. Kepahlawan masa lalu adalah membebaskan bangsa ini dari penjajahan, kepahlawanan pada dewasa ini adalah bagaimana memajukan bangsa ini,” Pada bagian amanat lainnya disebutkan juga bahwa pahlawan masa kini memiliki tugas meningkatkan kecerdasan pendidikan, meningkatkan kemakmuran, meningkatan kemakmuran, meningkatkan keadilan, itulah definisi pahlawan dewasa ini.

Menurut Fajar Esa, ketika dimintai pendapatnya tentang Pahlawan Milennial mejelaskan bahwa “anak muda memiliki tanggung jawab untuk menjadi pahlawan-pahlawan dalam masa mendatang. Sebab, pada masa mendatang para generasi milenial ini akan menjadi pemimpin-pemimpin di Indonesia. Anak muda itu pahlawan masa mendatang. Itu tanggung jawab sebagai generasi milenial,” kata tenaga IT PA Parepare ini sambil mengatur perlengkapan upacara.

Untuk menjadi pahlawan masa mendatang, Andi Fajar berpendapat anak muda harus paham sejarah dan pahlawan bangsa terdahulu yang pernah berjuang untuk Indonesia. Sebab, kata dia, pengalaman dalam sejarah dahulu dapat dijadikan pegangan di masa depan. “Dari sejarah kita belajar masa lalu untuk bisa mengantisipasi masa-masa mendatang,” pungkas ayah dari satu anak ini.

Seusai upacara, para pegawai mengambil tempat di depan jalur masuk pegawai untuk sesi pemotretan dan kegiatan upacara berakhir ketika jarum jam menunjukkan pukul 08.25 WITA.

#fadelzahrahmaros

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *